Kajian Konsumen Buah Tomat

Konsumen  Buah  Tomat

Makalah

 

Disusun oleh:

Kelompok 3

No.

Nama

NPM

Paraf

Ket.

1

Winda Yulistyani

150510100230

2

Sutoyo Lumbantobing

150510100244

3

Deka Rijki Pangestu

150510100254

4

Sutrisno

150510100256

5

Fajrianti Anandya H

150510100270

 

   

Ket: *) tidak ikut mengerjakan

UNIVERSITAS PADJADJARAN

FAKULTAS PERTANIAN

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI

2011

BAB I

PENDAHULUAN

 1.1         Latar Belakang

Dalam upaya peningkatan produksi tomat, bidang penelitian telah melakukan usaha-usaha melalui berbagai teknik pertanian seperti pemuliaan tanaman, agronomi, pengendalian hama penyakit maupun pasca panen. Akan tetapi upaya yang telah dilakukan tersebut dapat dikatakan lebih berorientasi pada kepentingan petani sebagai produsen, sementara kepentingan konsumen sebagai pengguna komoditas tersebut masih kurang diperhatikan. Di negara-negara yang sudah berkembang pendekatan tersebut sudah lama ditinggalkan, karena para produsen di negara-negara tersebut sudah berpikir bahwa bagaimanapun juga konsumen merupakan pihak yang memutuskan komoditas apa yang akan dibeli dan kualitas yang bagaimana yang memenuhi keinginannya (Steenkamp, 1986; Steenkamp 1989)

Untuk menghindari adanya ketidakpuasan konsumen terhadap kualitas tomat yang dipasarkan, maka sudah saatnya di Indonesia pun memproduksi tomat dengan kualitas yang disukai oleh konsumen. Adapun kualitas produk dapat diartikan sebagai “suatu produk yang dapat memenuhi apa yang diinginkan/dibutuhkan oleh konsumen” (Kotler, 1991; Steenkamp dan van Trijp, 1998). Untuk mengetahui secara jelas kualitas produk yang diinginkan oleh konsumen, maka perlu dipelajari bagaimana seorang kosumen melihat dan menilai suatu produk.

Kualitas yang disukai oleh konsumen ini sifatnya relatif, artinya persepsi terhadap kualitas diantara individu yang satu dengan lainnya akan berlawanan. Oleh karena adanya perbedaan latar belakang dan sifat dari pelaku konsumen tersebut.

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1         Perilaku Konsumen terhadap Kualitas  Buah Tomat

Pada usahatani sayuran yang berorientasi pasar, seorang produsen sayuran dituntut untuk mengikuti keinginan pasar, sehingga produsen tersebut perlu memahami dengan baik tentang konsep pemasaran. Salah satu konsep pemasaran yang dikemukakan oleh Kotler (1991), menyatakan bahwa pemasaran merupakan suatu konsep yang berorientasi pada kebutuhan dan keinginan konsumen serta didukung oleh usaha pemasaran secara terpadu yang ditujukan untuk membangkitkan kepuasan konsumen. Produsen harus memproduksi apa yang diinginkan oleh konsumen, sehingga produsen akan memperoleh laba sebagai imbalan dari tingkat kepuasan konsumen. Untuk mengkaji secara lebih terperinci mengenai keinginan konsumen, maka pengkajian terhadap tingkah laku konsumen merupakan hal yang cukup penting.

Dalam usahatani tomat, salah satu cara yang dapat ditempuh untuk memberikan kepuasan kepada konsumen adalah dengan cara memproduksi tomat yang kualitasnya sesuai dengan keinginan konsumen. Untuk tujuan ini para petani dapat melakukan perbaikan kualitas dengan cara teknik budidaya atau menanam varietas tertentu.

Di lain pihak dalam memilih suatu produk, termasuk produk tomat, konsumen akan menggunakan sejumlah petunjuk kualitas (quality cues), petunjuk kulaitas ini berfungsi sebagai sumber informasi bagi konsumen (Steenkamp, 1989). Petunjuk kualitas ini terdiri dari sejumlah karakter fisik produk seperti warna, bentuk, rasa dan sebagainya. Pada produk tomat, petunjuk kualitas ini cukup banyak, sehingga dalam proses menentukan kualitas tidak memungkinkan bagi konsumen untuk menggunakan semua petunjuk kualitas tersebut. Konsumen akan menggunakan beberapa petunjuk kualitas yang dianggap penting dalam menilai kualitas tomat yang akan dibeli. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa umumnya konsumen menggunakan tiga sampai  empat buah petunjuk kualitas dalam mengevaluasi suatu produk (Hobsen, Gouch dan Townley, 1990; Schutz, 1990). Yang menjadi permasalahan disini adalah petunjuk kualitas apa saja yang digunakan oleh konsumen dalam menilai kualitas tomat, sehingga hal ini dapat dijadikan bahan masukan dalam rangka perbaikan kualitas tomat.

Dalam memilih tomat yang akan dibeli, konsumen akan memilih tomat dengan kualitas yang sesuai dengan seleranya. Untuk itu konsumen akan menggunakan “petunjuk kualitas” yang berfungsi sebagai informasi acuan. Petunjuk kualitas yang tersedia adalah petunjuk kualitas eksternal, internal, dan organoleptik.

Ketika memilih tomat di pasar, konsumen hanya dimungkinkan untuk menggunakan petunjuk kualitas eksternal saja denagn cara melihat warna, bentuk, ukuran, dan merasakan kekerasannya.

Pada saat tomat akan dikonsumsi, konsumen dimungkinkan untuk melihat bagian dalamnya, akan tetapi bagian dalam (petunjuk kualitas internal) ini ternyata tidak diperhatikan oleh konsumen. Ketika konsumen memakan tomat tersebut, konsumen akan memperhatikan petunjuk kualitas orgnoletik melalui rasa manis, rasa asam, kekenyalan serta jumlah air dan buahnya. Berdasarkan petunjuk kualitas eksternal dan organoleptik ini, konsumen akan menilai kualitas tomat tersebut secara keseluruhan. Penilaian terhadap kualitas ini mencerminkan selera konsumen terhadap kualitas tomat.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa ketika konsumen menggunakan petunjuk kualitas eksternal untuk menentukan kualitas, konsumen juga akan menghubungkannya dengan petunjuk kualitas organoleptik, demikian juga sebaliknya. Akan tetapi apabila dilihat dari besarannya, pengaruh langsung petunjuk kualitas organoleptik terhadap penilaian kualitas jauh lebih besar bagi konsumen bila dibandingkan dengan pengaruh langsung dari petunjuk kualitas eksternal. Hal ini menunjukkan bahwa petunjuk kualitas organoleptik ini mempunyai tingkat kepentingan yang lebih besar dibanding petunjuk kualitas lainnya.

Tabel tersebut menunjukkan bahwa petunjuk kualitas eksternal yang paling penting bagi konsumen adalah petunjuk kualitas warna, setelah itu berturut-turut diikuti oleh petunjuk kualitas kekerasan, bentuk, dan ukuran. Pada petunjuk kualitas organoleptik, yang paling diperhatikan oleh konsumen adalah rasa manis, kemudian rasa asam dan kekenyalan. Sementara itu, jumlah air buah kurang diperhatikan oleh konsumen.

2.2         Persepsi Konsumen Rumah Tangga Terhadap Kualitas Buah Tomat

Konsumen rumah tangga terdiri dari beberapa lapisan kelas sosial, yang secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi konsumen kelas menengah-atas dan konsumen kelas menengah-bawah (Sycherly, 1989). Di lain pihak, pasar eceran yang menjual sayuran dapat pula dikelompokkan menjadi Pasar Eceran Modern (PEM) dan Pasar Eceran Tradisional (PET). Adanya perbedaan kelas sosial pada konsumen rumah tangga ini menimbulkan suatu pertanyaan mengenai kemungkinan perbedaan persepsi terhadap kualitas tomat di antara kedua kelompok rumah tangga tersebut. Selanjutnya, hal ini akan berpengaruh pada strategi pemasaran tomat, khususnya menyangkut segmentasi pasar antara di PEM dan PET.

Apabila dihubungkan dengan kelas sosial konsumen, ternyata perbedaan dalam hal pendidikan, pengeluaran rumah tangg, dan pekerjaan tidak menyebabkan perbedaan dalam hal perepsi terhadap kualitas buah tomat. Menurut informasi dari konsumen rumah tangga, umumnya mereka mengkonsumsi tomat sebagai buah segar dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi.

Walaupun tingkat pendidikan konsumen pada kedua tipe pasar (PEM dan PET) berbeda,  akan tetapi informasi-informasi tentang gizi dan kesehatan sering mereka peroleh melalui berbagai media massa bahkan melalui penyuluhan-penyuluhan kesehatan yang dilakukan secara rutin. Dengan demikian, pendidikan formal yang didapat konsumen tidak membedakan persepsi mereka terhadap kualitas, karena informasi/pengetahuan yang mereka butuhkan dapat diperoleh di luar pendidikan formal.

Apabila dilihat dari pengeluaran rumah tangga, maka pengeluaran rumah tangga ini dapat mencerminkan tingkat pendapatan konsumen. Dimensi ini akan sangat berpengaruh terhadap kesanggupan konsumen untuk membeli suatu barang, atau dapat dikatakan dimensi ini sangat erat kaitannya dengan variabel “harga” produk yang ditawarkan. Dengan semikian, dimensi pengeluaran rumah tangga tidak mempengaruhi persepsi konsumen terhadap kualitas.

Dalam pemasaran tomat, khususnya tomat yang diperuntukkan untuk buah segar tidak perlu dilakukan segmentasi pasar. Kualitas tomat buah yang dipasarkan di Pasar Eceran Modern maupun Pasar Eceran Tradisional tidak perlu dibedakan, karena konsumen di kedua tipe pasar akan memberikan respon yang sama. Walaupun demikian, perlu dicatat bahwa implikasi ini mengasumsikan tidak adanya perbedaan harga tomat buah untuk berbagai kualitas yang ditawarkan.

BAB III

PENUTUP

3.1         Kesimpulan

a)             Dalam menilai kualitas tomat untuk buah, konsumen akan menggunakan petunjuk kualitas ekternal dan organoleptik. Bagi konsumen peran petunjuk kualitas organoleptik lebih besar bila dibandingkan dengan petunjuk kualitas eksternal.

b)             Pada petunjuk kualitas eksternal, warna buah merupakan petunjuk kualitas terpenting diikuti dengan kekerasan buah, bentuk, dan ukuran. Sedangkan pada petunjuk kualitas organoleptik, rasa manis merupakan petunjuk kualitas terpenting, diikuti oleh rasa asam, kekenyalan, dan jumlah air buah.

c)             Kelas sosial konsumen Pasar Eceran Modern dan Pasar eceran Tradisional menunjukkan perbedaan yang nyata. Pendidikan, pengeluaran rumah tangga dan pekerjaan/jabatan konsumen Pasar Eceran Modern ternyata lebih tinggi bila dibandingkan dengan konsumen di Pasar Eceran Tradisional.

d)            Perbedaan kelas sosial tidak membedakan persepsi konsumen terhadap kualitas buah tomat yang akan dikonsumsi.

 

DAFTAR PUSTAKA

Ameriana, Mieke. 1995. Pengaruh “Petunjuk Kualitas” terhadap Persepsi Konsumen Mengenai Kualitas Tomat. Diakses dari http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/27495814.pdf. 4 April 2011 Pukul 9:24.

Ameriana, Mieke. 1995. Persepsi Konsumen Rumah Tangga terhadap Kualitas Buah Tomat (Studi Kasus di Kota Madya Bandung). Diakses dari http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/2749517.pdf. 4 April 2011 Pukul 11:24.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s